Well, mungkin artikel ini paling cocok kalo buat orang atau pembaca yang sudah menginjak bangku Universitas atau yang sudah pernah duduk di bangku kuliah.

Sebenarnya ini cuma sekedar iseng-iseng saja menulis beberapa tipe2 dosen yang sering sekali saya temui di kampus saya tercinta. Maybe, dalam hal ini memiliki kesamaan dalam kampus2 lain juga. Nah langsung saja kita lihat beberapa tipe-tipe dosen yang mungkin sering kita temui.

1. Curhat Colongan

Untuk dosen tipe ini, hampir di setiap kuliahnya, sang dosen bakal berbagi tentang pengalaman hidupnya. Selama masih nyambung dengan materi kuliah, menurut saya masih bisa dimaklumi. Tapi, kadang-kadang, sang dosen malah curhat masalah kehidupannya kepada mahasiswa, haha. Kalau dosen ini mulai kumat bercerita, kita bisa menginterupsi beliau dengan mengajukan pertanyaan yang menyangkut materi kuliah. Saya sering bertemu dosen dengan tipe seperti ini :p


2. Motivator

Nggak hanya Mario Teguh atau motivator lainnnya yang bisa memotivasi kita, dosen pun sering menyemangati mahasiswa. Sebenarnya, kita beruntung punya dosen yang bersemangat memberi ilmu seperti beliau. Suasana kelas jadi nggak membosankan dan ‘hidup’. Tapi, biasanya, tipe dosen seperti ini suka sok akrab sehingga kadang mahasiswa pun jadi agak bosan dan tidak mau mendengarkannya. Kita berhak, kok, memberi batasan kalau memang nggak nyaman terlalu dekat dengan beliau.

3. Malas Ngajar

Setiap ikut kelasnya, kita cuma disuruh mencatat, merangkum, atau mengerjakan tugas. Sedangkan beliau cuma duduk atau bermain ponsel.Parahnya, di jam mengajar, beliau juga suka meninggalkan kelas dan baru kembali menjelang kelas usai. Malah kadang saking malasnya mereka kerap kali tidak masuk mengajar dan selalu menyuruh asistennya untuk menggantikannya. Sadar atau tidak, artinya, kita membayar biaya kuliah dengan percuma untuk dosen tersebut. Makanya, kita berhak melaporkan sikap dosen ini kepada kepala jurusan kalau kelakuannya berkelanjutan.

4. Garing alias Tidak Lucu

Bermaksud mencairkan suasana, dosen ini senang membuat lelucon atau mempermalukan mahasiswanya. Lebih baik jangan mengambil hati setiap leluconnya, apalagi kalau kita yang menjadi subjeknya. Kalau sikapnya memang sudah keterlaluan dan menyinggung ‘korban’, kita harus melaporkannya kepada pihak kampus.

5. Pelit Nilai

Bagi dosen yang satu ini, nilai A hanya milik Tuhan. Makanya, dia sangat pelit memberi nilai dan menganggap semua mahasiswanya berada di bawah tingkat intelejensianya. Biasanya, nih, dosen seperti ini punya mahasiswa kesayangan yang lebih diperhatikan. Kita harus bisa pandai mengambil hatinya dan menjadi anak kesayangannya. Salah satu caranya, banyak bertanya—tapi bukan untuk memojokkan dan banyak memuji. Biasanya juga, dosen jenis yang satu ini paling dibenci atau bahkan dihindari oleh mahasiswa yang akan memasuki kelasnya, kadang mahasiswa cenderung langsung pindah kelas ketika tahu dosennya jenis yang satu ini.

6. Penerima Upeti

Agak malas, sih, menghadapi dosen yang senang ‘dimanjakan’ dengan hadiah.Tapi selama prestasi akademis kita baik, nggak perlu khawatir dengan dosen ini.Nggak mungkin, kan, beliau memberi nilai yang menjatuhkan kalau nilai kita di mata kuliah baik-baik saja. Kalau memang merasa mampu mengikuti kuliahnya, kita bisa menuntut bukti penilaiannya terhadap tugas kita. Kebetulan dosen jenis ini tidak pernah saya dengar di kampus tercinta, tapi saya pernah menemui “guru” jenis ini ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Atas :p

Nah, Sekarang bagaimana menurut kalian ? apakah ada tambahan ??

Yang perlu diingat disini adalah walaupun seburuk apapun dosen itu dimata Anda, Anda harus tetap menghormatinya dan menghargainya karena mereka telah berusaha memberikan ilmu mereka kepada kita walaupun kadang caranya agak sedikit sulit untuk diterima :D